My First SPA

Sebulan lalu, saya dan Desy membuat appointment untuk massage di salah satu salon di kota Serang, karena ini adalah massage pertama kami jadi agak kikuk dan terlihat blank ketika di tawarkan beberapa list jenis spa di salon tersebut. Biasanya salon hanya saya datangi untuk memotong rambut, that’s it! haha harap maklum saya memang tidak begitu perduli dengan berbagai macam perawatan tubuh, inspirasi untuk melakukan spa pun terlebih karena tubuh saya yang sepertinya perlu di pijat dan teman saya merekomendasikan spa di salon tersebut, saya penasaran juga bagaimana rasanya spa 😀

Kami memutuskan untuk spa dengan baluran lulur Bali. Kami di beri kemben dan celana dalam yang terbuat dari kertas, celana ini berfungsi agar celana dalam kami tidak kebasahan selama luluran. Saat akan mengganti baju dengan kemben, kami sempat bingung apakah kami juga harus melepaskan bra kami atau tetap memasangkannya, namun mba2 yang memijat kami mengatakan harus menanggalkan bra kami juga. Hmmm… sebenarnya saya risih juga karena biarpun kami sesama wanita tapi rasanya tetap saja kurang nyaman saat dia memijat bagian depan tubuh saya.

Sebelum di balur lulur tubuh kami di massage terlebih dahulu, that’s the main point I want hehe.. kami di beri sejenis minyak yang mungkin berfungsi memudahkan mba – mbanya dalam melakukan pijatan di tubuh kami, wah rasanya seluruh saraf tegang otot langsung rilex seketika. Mba yang memijat kami ternyata sangat pengalaman dan sudah 4 tahun lebih berprofesi sebagai pemijat, jadi kebayang donk gimana rasa pijatannya :-). Baru setelah pijatan selesai tubuh kami di luluri lulur Bali, sensasi adem langsung terasa di tubuh kami, kami pun sempat tertidur sambil menunggu lulur mengering.

Selesai luluran, kami di ajak ke tempat sauna untuk menguapkan tubuh kami. You know what?, hal yang paling saya tidak tahan adalah rasa panas, jadi selama sauna saya cukup suffering juga karena baru masuk kotaknya saja saya sudah merasa tidak tahan dan ingin keluar tapi karena merasa mungkin ini akan baik untuk badan saya jadi saya berusaha bertahan selama saya bisa. Seusai sauna tahap terakhir adalah mandi, sebelumnya mbanya bertanya pada saya apakah mau di masker juga badannya, jujur karena saya masih bingung dengan segala proses spa ini makanya saya iya iya aja saat mereka menanyakan tahap selanjutnya. Selesai masker maka selesai lah tugas mbanya dalam memanjakan tubuh kami dan berganti kami yang membersihkan diri sendiri dengan mandi.

Seusai mandi Desy melanjutkan dengan totok wajah sedangkan saya memutuskan untuk mencukupi rangkaian proses ini. Sempat merasa was was karena selalu ditanya di setiap awal tahapan proses spa itu dilakukan, takut dikenakan biaya tersendiri di luar paket yang telah di pilih. Ternyata dugaan saya salah dan rangkaian itu sudah satu paket dengan yang kami bayar, wah leganya.

Rasanya badan menjadi rilex dan ringan seusai kami melakukan spa, kami seperti memiliki badan baru 😀 (oke ini lebay). Sepertinya bagus juga bila treatment seperti ini di lakukan tiap bulan, tapi harus ada budget tersendiri juga untuk kebutuhan ini. My experience in spa was Shy but feel relax in same time!

Advertisements

About dinnipurnama

unpredictable me
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s